Sabtu, 18 Februari 2012

Sebuah Cerita tentang "Melarikan Diri"

Jumat, 17 Februari 2012, tepat pukul 06.00 saya bangun dari tidur malam yang singkat itu. Bergegas ku bersihkan badan dan mempersiapkan diri untuk sebuah test masuk, di sebuah perusahaan tak dikenal yang sangat mencurigakan. Ya, tepat sehari yang lalu saya dan seorang teman saya memasukkan lamaran ke sebuah perusahaan tak bernama, tergiur dengan selebaran bursa loker yang dibeli oleh teman yang menuliskan posisi kerja dan jumlah gaji yang akan diterima.

Bersama dengan teman itu, saya berangkat tepat pukul 07.00 pagi. Kami pun tiba di kantor mencurigakan itu, pukul setengah 8 lebih. Di kantor yang hanya berupa ruko itu, dengan bagian lobi yang terisi dengan 3 meja plus sebuah TV 21", kami pun masuk. Setelah masuk, kami disuruh menunggu sejenak sambil dipersilahkan membaca koran yang terletak di atas meja. Sambil menunggu "waktu test", ya, kami membaca koran. Nah, selama menunggu itu, beberapa kali kami melihat orang masuk kantor sambil menjabat tangan para pegawai yang sepertinya sudah senior yang ada disitu. Selama itu juga, kami mendengar suara2 teriakan orang yang sepertinya sedang memotivasi diri dalam kelompok. Sa tambah curiga...


Setelah menunggu sekitar 45 menit, datang nih orang yang kebetulan kemarin menerima surat lamaran kami, orang yang juga menyuruh kami datang hari ini. Dia menjelaskan sedikit tentang apa yang akan kita lakukan hari ini. Setelah bacot sejenak, dia pun memanggil seorang supervisor perusahaan untuk menemani tiap2 dari kami yang kebetulan bertiga. Katanya, test pertama yaitu pengamatan. Saya pun dipersilahkan mengikuti seorang supervisor yang memang ditugaskan untuk menemani saya.

Pada kesempatan berdua itu, saya kemudian menanyakan tentang perusahaan mencurigakan ini. Saya mencari info sedalam2nya tentang perusahaan ini dari si supervisor yang penampilannya sangat tak menjanjikan itu. kecurigaan saya bertambah setelah si supervisor berbicara tentang perusahaannya. Saya kini yakin perusahaan ini bergerak di bidang product sales khusus barang2 yang berkaitan dengan gas. Apa lagi kalau bukan regulator gas. Ini tak seperti yang saya harapkan.

Sontak di kepala saya muncul keinginan untuk segera pergi dan meninggalkan si supervisor. tapi bagaimana? Sulit mendapatkan kesempatan itu, saya pikir. Kini 100% tak ada keinginan ku untuk mengikuti lanjutan kegiatan yang katanya "test" itu. Yang ada di pikiran ku saat itu hanyalah pergi secepatnya. tak ada yang lain.

Ternyata Tuhan menolong saya. Pada suatu kesempatan, si Supervisor singgah di sebuah rumah (yang sepertinya kenalan dari dia), untuk makan. Saya pun diajaknya. Saat dia masuk ke dalam rumah, saya tahu itu adalah kesempatan buat saya untuk meniggalkannya dan pergi jauh2 dari tempat itu. Saya diajaknya masuk. Tapi saya cuma bilang "iya" dan tetap tinggal di luar rumah. Saat dia duduk membelakangi pintu, saya pun mengambil kesempatan itu untuk MELARIKAN DIRI.

Saya pun melarikan diri, berjalan di lorong2 yang kebetulan  sudah saya tahu. Segera saya menghentikan sebuah angkot dan pulang ke kost dengan hati yang tenang. Di angkot, tiada menit yang terlewatkan tanpa saya tersenyum, dan tertawa kecil mengingat tingkah yang saya lakukan barusan.  Haha :D ternyata saya mempunyai keahlian melarikan diri juga. -_-"


0 comment:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...