Kamis, 04 Agustus 2011

CERPENKU: "Saya Senior, Siapa Rewa?"

Mohon maaf di’ kalo’ bahasanya hancurberantakan. Maklum lah, baru pi ini tulis cerita kodonk. Lagian, karya sastratak mesti harus menggunakan bahasa baku toh? Yang penting yang baca nyaman danmengerti apa yang saya maksud. Dan cuma mau mengklarifikasi. Judul di atas takada hubungannya dengan cerita ini. Saya cuma sekedar membuat judul yang mungkinakan menarik perhatian saja. Jadi maaf kalau pas baca judulnya, ada yangtersinggung, hehehehe…. don’t judge the book by its cover, ya!

Sudah hampir sebulan sejak terakhirkali saya berpacaran. Sejak hari itu, saya berjanji untuk sementara waktu takakan mau menjalin ikatan serius dengan siapa pun. Hanya untuk sementara. Sayacuma mau fokus pada kuliah saja. Itu janjiku. Jadi sejak saat itu, saya melaluihari-hariku seperti biasa. Tak ada ikatan. Kegiatanku hanya di kampus - kost - kampus - kost - kampus - kost. Nothing else. Membosankan??? Idon’t think so… I enjoy it…!! :)
Kini kegiatan rutinku ketika pulangdari kampus adalah online. Hanya untuk sekedar buka facebook, situsjejaring sosial yang paling digemari saat ini (menurutku ji itu kodonk).Membaca berita-berita olahraga dari detiksport.com dan goal.com. Omegling aliasmembuka omegle.com, site untuk random chatting dengan semua orang di belahanbumi mana pun. Serta berkutat di managerleague.com, site game football manageronline yang kata seorang teman, hanya sebuah game abal-abal. Dan pilihanterakhir ketika aku bosan melakukan semuanya adalah… tidur. That’s my hobby.
Nah, disini nih cerita aslinya. Kalaundak salah di bulan Oktober 2011, sekitar jam 9 malam, ketika fesbuking. Duaorang junior chatting sama saya.
“Oh iya perkenalkan dulu, saya senior. Mantanketua sebuah organisasi mahasiswa di sebuah universitas. Bukannya mau membanggakan,tapi memang saya cukup dikenal di kalangan junior karena jabatan penting itu.”
Lanjut lagi yah! Dua orang junior chattingsama saya. Junior dua angkatan di bawahsaya. Junior yang dikader tepat ketika saya masih menjabat sebagai ketua, inother words saya (dan teman-teman) yang mengkader mereka. Saya sadar haruslebih sering berinteraksi dengan mereka mengingat saya tak banyak melakukannyaketika masih menjabat sebagai ketua. Saya harus lebih banyak membalas chatmereka karena tak mau dibilang sombong, dan sadar kemungkinan sudah banyaktanggapan miring tentang saya. Tanggapan miring karena kebijakan-kebijakanorganisasi yang keluar melalui persetujuan saya, yang mungkin oleh sebagiandari mereka tak sepakat. Dua orang junior itu adalah cewe. Sebut saja mereka Ms. Y & Ms. Z.
Tabe’ senior!” ini nih kalimatpembuka mereka. Sudah kalimatnya sama, datangnya bersamaan pula. Otomatis sayaberpikiran mereka berdua lagi sama-sama. Kira-kira chattingku dengan Ms. Ywaktu itu seperti ini.
“ko lagi sama-sama Ms. Z toh?” saya tanya ke Ms. Y
“tidakkk, sapa itu Ms. Z?” jawabnya.
“ah,masa ko tidak tau? teman angkatan mu itu..”
“oooh,Ms. Z?? musuh ku itu kk”
“sambarang ine, serius ka bertanya!”
“eh, saya juga serius kk, musuh ku itu. temanberkelahi ku kalo di kampus itu”

Sempat saya merasa dikerjai, tapikarena ketika bertanya pertanyaan yang sama ke Ms. Z, dia juga jawab begitu,dengan lugunya saya percaya dua-duanya. Okelah, lagian saya juga tidak mau ambilpusing apa hubungan mereka berdua. Yang jelas, saya sudah balas chat mereka.Itu saja. Titik. Selesai fesbuking, saya menghampiri bantal. Satu, dua, tiga,empat, lima, dan saya pun terlelap.
Dua hari setelah itu, di waktu yanghampir sama, ketika saya fesbuking (lagi). Kini tiga orang menyapa saya lewat chatboxfesbuk. Selain Ms. Y dan Ms. Z, ada tambahan seorang lagi, sebut saja Ms. X.Kalau tidak salah ingat, bunyi sapaan pembuka mereka seperti ini, “numpanglewat, senior!”. Kasusnya sama kayak kemarin, chat mereka bertiga sama dan datang bersamaan. Perasaan saya sudah agak aneh.
“kenapa sama chat mu dengan Ms. Ydengan Ms. Z?” saya tanya ke Ms. X.
“kan kita lagi sama-sama, kk” jawabnya enteng.
Saya kini sadar, ternyata dua harilalu Ms. Z dan Ms. Y memang mengerjai saya. Yaudah, saya buka profil fesbuk mereka,cuma sekedar mau mengenali wajah mereka saja. Jujur saja, khusus Ms. Z terlihatsangat asing di mata saya, berbeda dengan Ms. Y dan Ms. X yang memang sudahsering saya lihat ketika mereka masih seorang maba. Impressive! Thankssudah mengerjai saya, adek! :(
Chat berlanjut dengan mereka bertiga.Saya sudah melupakan kalau mereka telah mengerjai saya. Kini saya mencobamengorek informasi se dalam-dalamnya dari mereka. Ingin tahu lebih dalam siapamereka. For the first time, saya chatting hingga berlarut-larut dantanpa saya sadari sudah jam 7 pagi. Tapi dari sekitar jam 4 atau 5 subuh, sayatinggal chatting dengan seorang saja, Ms. Z. Tak ada topik serius yang kamibicarakan. Hanya sekedar tanya nama lengkap, hobi, asal daerah dan pembicaraantidak penting lainnya. Selesai.
Setelah hari itu, kini ku sengajakanuntuk online tiap malam, hanya untuk bertemu dengan mereka di dunia maya.Tiba-tiba saya merasa nyaman saja untuk chatting dengan mereka, utamanya Ms. Z.Ya, terakhir kali saya chatting dengannya, ku sempatkan membuka profilnya, dan membukafolder foto-foto di fesbuknya. Jujur saja, saya senang melihatnya. I don’tknow why. Saya senang saja.
Kini, tiap kali fesbuking dan kebetulanMs. Z juga demikian, giliran saya yang selalu menyapa duluan. Bertanya halapa saja, hanya untuk tau dia lebih dalam. Dan tiap kali chatting, saya jugatak pernah absent membuka profil serta foto-fotonya. Am I falling inlove with her? Someone I’ve never seen before. Mungkin pernah, cuma sayangsekali saya tak mengingatnya sama sekali. And who cares? Saya merasa itutak penting. Yang terpenting adalah bahwa saya senang melihat (foto-foto)nya.Titik.
Suatu ketika, saya chatting (lagi)dengannya. Saya tahu dia akan begadang (lagi), dan mungkin akan sampai subuh,bahkan pagi (lagi), -_-‘’. Dan dengan alasan “ingin dibangunkan nonton bola”,saya memberikan nomor hape ku. “tolong bangunkan ya!” pintaku. Dan dia punmengiyakan. Trik kuno ku berhasil. Dia membangunkan ku (meskipun sebenarnya adabanyak teman kamar ku yang bisa melakukannya) tepat pada waktu yang saya pinta,dan saya pun mendapatkan nomor hapenya. Sekali dayung dua tiga pulauterlampaui. Udah nonton bola, dapat nomor hape cewe lagi, gratis! Hehehehe….Alhamdulillah… :)
Kini ada banyak waktu untuk berinteraksi dengannya.Tidak secara langsung sih, dan bukan melalui chatting lagi, tapi via layananpesan singkat alias SMS.
Waktu terus berlalu, kini saya sering SMS-an,bahkan telpon-an ria, dan kini saya punya kesempatan untuk bertemu langsungdengannya. How come? Ya, saya memberanikan diri, dengan menghilangkansenioritas, menjatuhkan harga diri (do I have?), serta menambal tebalmuka saya, untuk bertemu dengannya. Tempat pertemuan sudah disediakan, waktunyapun sudah disepakati, saya tinggal pinjam motor teman dan meluncur. Dan….
Dan saya sudah tiba di TKP.Cepatnyaaaaaaaaaaa………!!! Singkat cerita, saya telah duduk berdua dengannya. Ngobroltak jelas, tak penting dan tak karuan. Tapi tak melulu ngobrol lho. Sesekalidiselingi dengan acara diam-diaman. “kenapa ki’?” tanya saya, dan dia jawab“tidak ji!”. Atau sebaliknya, dia tanya “kenapa?” dan saya jawab “tidak!”.kalau dia lagi diam, saya perhatikan aja tuh wajahnya. Soalnya tak pernahberani dia liat ke wajah saya, apalagi tatap mata. Yaudah, saya saja yang pandangdia terus. Kalau merasa risih, dia pasti kan tanya “kenapa ki’?” dan sayaenteng saja jawab “tidak ji”. Mungkin kebanyakan topik kami malam itu hanyauntuk mempertanyakan ‘kenapa’ dan ‘ada apa’. Tanpa terasa waktu sudahmenunjukkan tepat jam 4 pagi. Tapi jujur saja, I won’t go home. Sayamenikmati saat-saat duduk disampingnya. Saya menikmati saat-saat berbicara takjelas dengannya. Saya menikmati tiap kali dia tanya “kenapa” dan saya jawab“tidak apa-apa”. Saya menikmati semuanya. Dan saya akui, saya jatuh cintadengannya. Malam berlalu, pagi menjelang. Waktu sudah menunjukkan tepat jam 6pagi. Dan saya pun harus pulang (meskipun sebenarnya saya belum mau).
Setelah malam itu, saya kini lebihsering bertemu dengannya. Tiap kali ada kesempatan, pasti saya akan usahakanmenemuinya. Melakukan hal yang sama tiap kali bertemu. Meskipun akanmembosankan menurutnya, tapi yang penting bagiku, itu mengasyikkan. Sayamenikmati semuanya. Singkat cerita, dan entah di pertemuan ke berapa, I’vetold her about my feeling. Dan saya telah berkomitmen untuk menunggujawabannya, kapan pun dia bisa mengatakannya. Dasar emang junior kurang ajar (untungnyadisayang jiee), seniornya disuruh menunggu jawabannya cukup lama lho! Tapigak apa-apa. Apapun saya rela, demi cinta (whoeeeeeeeekk!!).
Tak mau bercerita terlalu lama, karenajujur saya juga dah mulai bosan nulis nih cerita. Yaudah, langsung ke intinyaya! Pas hari dimana dia siap merespon perasaan saya. Banyak obrolan tidak penting sebelumnya. Hingga tak terasa malam sudah sangat larut. Setelah sayamaksa sedikit, akhirnya dia mulai bicara. Bicara soal jawaban yang akan diberikan. Bicara tentang responnya terhadap apa yang saya rasakan tentangnya.
“saya cuma mau bilang ‘maaf’ kak”katanya.
“hmmmm…??kenapa?” tanya ku.
“maaf,karena mungkin saya telah banyak merepotkan”
“gakapa-apa”
“maaf juga, karena mungkin kita’ akan lebihbanyak saya repotkan lagi nantinya”
“hmmm…”
“dan maaf lagi, karena kita’ sudah liat sifat-sifat jelek ku, dan mungkin akan lebih banyak lagi sifat jelek ku yangakan kita liat”
“hmmm…jadi jawabannya???” tanya kumempertegas.
“kita’ mi yang artikan sendiri deh kak!”
“hmmm..okee! tapi kalau saya salah mengartikanbagaimana?”
“edd, pokoknya itu mi jawaban ku!”

Saya tangkap maksudnya. Saya mengertisemuanya. Dan hati ku pun berbunga-bunga. Hahahaha.. lebay! Dia menerimaku. Diamenjawab perasaanku. Dia telah memberikan respon positif. Oh, thanks God!Saya melanggar janjiku. Tak apalah, yang penting saya senang. Saya berharapsemua berjalan baik, dan positif. Saya sayang sama dia. Dan meskipun denganterpaksa, dia akui juga kalau dia juga sebenarnya sayang sama saya. Hehehehe…Thanks! Dan kami pun berpacaran. :)
Begitulah kisahnya. Basi. Ceritanya happyending. Sama kayak film-film Bolliwood. Gak seru ah! Tapi thanks dah baca. Oiya, ini bukan kisah nyata, apalagi kisah saya. Jangan dipercaya! Hanya cerita karangan semata. Tokoh di dalamnya hanya fiktif belaka. Mohon maaf jika ada kesamaan kejadian, tempat, nama, dan cerita. See you in the next story. :P

_KarungBeras_

2 comment:

nong mengatakan...

ckckck... saya rewa...!! jadi kenapa mi.. paragraf terakhir dari tulisan ini adalah fiksi belaka...

Herra Chairani mengatakan...

sukaaaaa kaaaaa upikkkkkk.....

totuittttt...... kyaaaa kyaaaaaa kyaaaaaaaaaaa

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...