Rabu, 27 Juli 2011

Antara "TIDAK" dan "BELUM"

"Sudah pernah kah kita bertengkar di tengah jalan?"
"Tidak"
"Bukan tidak. Tapi belum!"

Tak ada yang salah dengan percakapan di atas. Memang perdebatan seperti itu kadang terjadi di sekitar kita, dan hal tersebut wajar-wajar saja. Tidak salah mengatakan 'tidak', dan mengatakan 'belum' juga tak keliru. Tergantung bagaimana si Penjawab memandang urgensi jawabannya.



Bagi mereka yang menjawab 'tidak' pada jenis pertanyaan seperti di atas, berarti mereka menjawab tanpa mempedulikan apa yang akan terjadi di masa depan. Menurutnya, tidak ada urgensi untuk membicarakan masa depan pada topik yang mereka bicarakan. Atau mereka merasa tidak perlu untuk berbicara masa depan, karena yang sebenarnya ditanyakan adalah masa lalu. Mereka tidak peduli apakah hal tersebut akan terjadi di masa depan atau tidak.

Mereka yang menjawab 'belum' pada pertanyaan tersebut, adalah mereka yang berpikir bahwa hal yang dibicarakan tidak hanya tentang mempertanyakan masa lalu, tapi juga tentang masa depan. Mereka berpikir, menjawab pertanyaan seperti itu tidak hanya berbicara tentang masa lalu tapi mereka juga harus memandang apakah hal yang dipertanyakan akan terjadi di masa depan.

Jadi tergantung si Penjawab, kalau merasa yang dipertanyakan akan berkaitan dengan masa depan maka tentu akan menjawab 'belum', artinya di masa depan hal tersebut mungkin saja terjadi. ;)

_KarungBeras_

0 comment:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...